Tik tik tik awalnya sedikit
Kemudian serrrr serrrr
Angin ikut-ikutan wuuuzz wuuzzz
Datang petir jedar jeder tarrr!
Aku dan payungku dibawah langit kelabu yang seakan terbelah
Seperti seluruh air tumpah
Aku kedinginan sepi sedih payah basah
Serasa ingin di rumah minum teh membaca majalah
Duduk disamping Ibu dan Ayah
Advertisement
2009/12/31 at 3:28 AM |
Membaca puisimu membuatku senyum-senyum sendiri
Lucu! Puisi jenaka dengan alur penulisan tipikal anak-anak lugu. Bagus…
aku seperti menikmati dunia baru, bu
pepohonan yang berbicara, bebuahan yang tertawa dan pepasiran yang menggelitik
aku seperti menikmati dunia baru, bu
bebukuan yang menangis, kekertasan yang termenung, dan tetintaan yang murung
aku seperti menikmati dunia baru, bu
iikanan yang bertanduk, dedombaan yang mengaum, dan jejangkrikan yang mengeong
adakah yang tahu dunia apakah itu?
aku seperti menikmati dunia baru, bu
2009/12/31 at 4:03 AM |
terimakasih
PS: puisinya bagus me likey!
I love earth worm
I love to run in the rain
I love the sky in the morning
I love the trees
I love this crazy world
The world is just awesome
2009/12/31 at 8:17 AM |
Tita bisa aja bikin balasan puisinya. Ta.. ini aku yang kirim email buku Gurita Cikeas
Making poem is my only horizon
Loving poem like stopping the limit of reason
Poem is my sight
while I cannot seeing right
I present this poem to you
to turn your ambient to the true nature
And we always need poem to encourage us for being mature
Salam kenal